Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia

Selain tokoh pendidikan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki peranan penting dalam politik. Makalah ini memnincangkan tentang aktiviti politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli menggunakan pendekatan analisis kandungan dengan menggunakan metode sejarah. Selain itu, makalah ini...

Full description

Bibliographic Details
Main Authors: S. Hum., Erasiah, Farid Mat Zain
Format: Article
Language:English
Published: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia 2022
Online Access:http://journalarticle.ukm.my/19322/
http://journalarticle.ukm.my/19322/1/56056-184664-1-SM.pdf
_version_ 1848814808584945664
author S. Hum., Erasiah
Farid Mat Zain,
author_facet S. Hum., Erasiah
Farid Mat Zain,
author_sort S. Hum., Erasiah
building UKM Institutional Repository
collection Online Access
description Selain tokoh pendidikan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki peranan penting dalam politik. Makalah ini memnincangkan tentang aktiviti politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli menggunakan pendekatan analisis kandungan dengan menggunakan metode sejarah. Selain itu, makalah ini juga menggunakan teori creative minority yang dikembangkan oleh Toynbee, bahawa penindasan selalu melahirkan adanya a tiny creative minority (kelompok kecil dari kalangan minoritas kreatif). Dapatan dalam penelitian ini bahawa ketokohan politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli dalam menghadapi kolonial menempuh cara kooperatif. Cara kooperatif tersebut, masyarakat Minangkabau diuntungkan secara politik. Pada masa kolonialisme Belanda Shaykh Sulaiman al-Rasuli telah berjaya mendirikan VIOS (Vereeniging Ittihadul Oelama Sumatera). Mendirikan organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Berjaya mematahkan RUU Kahwin daftar yang dirancang kolonial Belanda. Pada masa kolonialisme Jepun, Shaykh Sulaiman al-Rasuli membentuk Majelis Islam Tinggi Minangkabau (MITM) dan dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis itu. Beliau juga berjaya menyemarakkan semangat pemuda untuk memasuki Laskar Rakyat. Setelah kemerdekaan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli sebagai ketua sidang Dewan Konstituante pada tahun 1955. Penasehat tertinggi Partai Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Salah seorang tokoh pendiri Lasykar Muslimin Indonesia (Lasymi). Penasihat Gabernor Militer Sumatera Tengah. Ketua Komisi MUSI (Musyawarah Ulama Seluruh Indonesia) di Palembang dalam menentang komunisme.
first_indexed 2025-11-15T00:39:58Z
format Article
id oai:generic.eprints.org:19322
institution Universiti Kebangasaan Malaysia
institution_category Local University
language English
last_indexed 2025-11-15T00:39:58Z
publishDate 2022
publisher Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia
recordtype eprints
repository_type Digital Repository
spelling oai:generic.eprints.org:193222022-08-15T03:17:08Z http://journalarticle.ukm.my/19322/ Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia S. Hum., Erasiah Farid Mat Zain, Selain tokoh pendidikan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki peranan penting dalam politik. Makalah ini memnincangkan tentang aktiviti politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli menggunakan pendekatan analisis kandungan dengan menggunakan metode sejarah. Selain itu, makalah ini juga menggunakan teori creative minority yang dikembangkan oleh Toynbee, bahawa penindasan selalu melahirkan adanya a tiny creative minority (kelompok kecil dari kalangan minoritas kreatif). Dapatan dalam penelitian ini bahawa ketokohan politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli dalam menghadapi kolonial menempuh cara kooperatif. Cara kooperatif tersebut, masyarakat Minangkabau diuntungkan secara politik. Pada masa kolonialisme Belanda Shaykh Sulaiman al-Rasuli telah berjaya mendirikan VIOS (Vereeniging Ittihadul Oelama Sumatera). Mendirikan organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Berjaya mematahkan RUU Kahwin daftar yang dirancang kolonial Belanda. Pada masa kolonialisme Jepun, Shaykh Sulaiman al-Rasuli membentuk Majelis Islam Tinggi Minangkabau (MITM) dan dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis itu. Beliau juga berjaya menyemarakkan semangat pemuda untuk memasuki Laskar Rakyat. Setelah kemerdekaan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli sebagai ketua sidang Dewan Konstituante pada tahun 1955. Penasehat tertinggi Partai Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Salah seorang tokoh pendiri Lasykar Muslimin Indonesia (Lasymi). Penasihat Gabernor Militer Sumatera Tengah. Ketua Komisi MUSI (Musyawarah Ulama Seluruh Indonesia) di Palembang dalam menentang komunisme. Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia 2022 Article PeerReviewed application/pdf en http://journalarticle.ukm.my/19322/1/56056-184664-1-SM.pdf S. Hum., Erasiah and Farid Mat Zain, (2022) Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia. Islamiyyat : Jurnal Antarabangsa Pengajian Islam; International Journal of Islamic Studies, 44 (1). pp. 53-64. ISSN 0216-5636 https://ejournal.ukm.my/islamiyyat/issue/view/1522
spellingShingle S. Hum., Erasiah
Farid Mat Zain,
Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title_full Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title_fullStr Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title_full_unstemmed Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title_short Biografi politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970) : Ulama kemerdekaan Indonesia
title_sort biografi politik shaykh sulaiman al-rasuli (1871-1970) : ulama kemerdekaan indonesia
url http://journalarticle.ukm.my/19322/
http://journalarticle.ukm.my/19322/
http://journalarticle.ukm.my/19322/1/56056-184664-1-SM.pdf