Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur

Objektif kajian dalam penyelidikan ini adalah (1) mengenalpasti pemimpin adat yang dapat menguasai politik tempatan desa pada masa Reformasi sehingga ia menjadi kepala desa. (2) Menganalisis hubungan kekuasaan yang terbina antara kepala desa tersebut dan para pemimpin adat pada desa yang berkenaan....

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Iskandar, Syukur
Format: Thesis
Published: 2016
Subjects:
Online Access:http://studentsrepo.um.edu.my/6448/
http://studentsrepo.um.edu.my/6448/1/iskandar.pdf
_version_ 1848773168758521856
author Iskandar, Syukur
author_facet Iskandar, Syukur
author_sort Iskandar, Syukur
building UM Research Repository
collection Online Access
description Objektif kajian dalam penyelidikan ini adalah (1) mengenalpasti pemimpin adat yang dapat menguasai politik tempatan desa pada masa Reformasi sehingga ia menjadi kepala desa. (2) Menganalisis hubungan kekuasaan yang terbina antara kepala desa tersebut dan para pemimpin adat pada desa yang berkenaan. (3) Menganalisis kewujudan para pemimpin adat dalam desa yang berkenaan pada masa Reformasi ini. Kajian ini dilakukan terhadap masyarakat hukum adat Lampung saibatin di desa Banjar Negeri, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Data dikumpulkan melalui cara temubual, pemerhati ikut serta, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan kesahihan data menggunakan teknik trianggulasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil daripada penyelidikan ini menunjukkan bahawa (1) Pemimpin adat yang dapat menguasai politik tempatan sehingga menjadi kepala desa adalah pemimpin adat yang telah memiliki sumber kekuasaan lebih banyak di luar adat, seperti kemampuan memimpin dan kemampuan membina hubungan sosial, daripada sumber kekuasaan dalam adat. (2) Hubungan kekuasaan antara kepala desa (berasal daripada salah satu pemimpin adat) dan para pemimpin adat yang lainnya dalam desa berkenaan terjalin kurang saling bekerjasama. Hal ini tercermin daripada pelaksanaan kekuasaan yang dibina oleh kepala desa tertumpu pada sekumpulan orang tertentu sahaja yang berdasarkan pada hubungan kekerabatan dan kekeluargaan. Pada sisi yang lain, para pemimpin adat membentuk kekuatan politik tandingan sebagai respons terhadap pelaksanaan kekuasaan tersebut. Sebahagian pemimpin adat yang lain memberikan respons sikap pesimis dan kurang simpati. (3) Berdasarkan pada hubungan kekuasaan tersebut, kewujudan pemimpin adat khasnya pada desa masyarakat hukum adat lampung saibatin masih nampak tersingkirkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa (masih sama dengan masa Orde Baru) sekalipun kepala desa yang berkenaan iv berasal daripada salah satu pemimpin adat yang ada. Untuk mewujudkan hubungan kekuasaan yang saling bekerjasama, diperlukan tindakan-tindakan yang jelas yang berhubungkait dengan struktur dan aktor/agent. Tindakan yang berhubungkait dengan struktur adalah mendorong pemerintah tempatan mewujudkan hukum/peraturan yang mengakui masyarakat hukum adat saibatin dan menubuhkan organisasi yang kuat, yang boleh menyatukan para pemimpin adat saibatin dan boleh merubah modal sosial menjadi modal politik. Tindakan yang berhubungkait dengan aktor/agent iaitu memberikan politik pemberdayaan kepada para pemimpin adat supaya mampu menghadapi perubahan politik dan kebijakan. Kaca Kunci: Pemimpin Adat, Kepala Desa, Perluasaan, dan Hubungan Kekuasaan.
first_indexed 2025-11-14T13:38:07Z
format Thesis
id um-6448
institution University Malaya
institution_category Local University
last_indexed 2025-11-14T13:38:07Z
publishDate 2016
recordtype eprints
repository_type Digital Repository
spelling um-64482019-09-24T23:44:00Z Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur Iskandar, Syukur H Social Sciences (General) HN Social history and conditions. Social problems. Social reform HT Communities. Classes. Races Objektif kajian dalam penyelidikan ini adalah (1) mengenalpasti pemimpin adat yang dapat menguasai politik tempatan desa pada masa Reformasi sehingga ia menjadi kepala desa. (2) Menganalisis hubungan kekuasaan yang terbina antara kepala desa tersebut dan para pemimpin adat pada desa yang berkenaan. (3) Menganalisis kewujudan para pemimpin adat dalam desa yang berkenaan pada masa Reformasi ini. Kajian ini dilakukan terhadap masyarakat hukum adat Lampung saibatin di desa Banjar Negeri, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Data dikumpulkan melalui cara temubual, pemerhati ikut serta, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan kesahihan data menggunakan teknik trianggulasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil daripada penyelidikan ini menunjukkan bahawa (1) Pemimpin adat yang dapat menguasai politik tempatan sehingga menjadi kepala desa adalah pemimpin adat yang telah memiliki sumber kekuasaan lebih banyak di luar adat, seperti kemampuan memimpin dan kemampuan membina hubungan sosial, daripada sumber kekuasaan dalam adat. (2) Hubungan kekuasaan antara kepala desa (berasal daripada salah satu pemimpin adat) dan para pemimpin adat yang lainnya dalam desa berkenaan terjalin kurang saling bekerjasama. Hal ini tercermin daripada pelaksanaan kekuasaan yang dibina oleh kepala desa tertumpu pada sekumpulan orang tertentu sahaja yang berdasarkan pada hubungan kekerabatan dan kekeluargaan. Pada sisi yang lain, para pemimpin adat membentuk kekuatan politik tandingan sebagai respons terhadap pelaksanaan kekuasaan tersebut. Sebahagian pemimpin adat yang lain memberikan respons sikap pesimis dan kurang simpati. (3) Berdasarkan pada hubungan kekuasaan tersebut, kewujudan pemimpin adat khasnya pada desa masyarakat hukum adat lampung saibatin masih nampak tersingkirkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa (masih sama dengan masa Orde Baru) sekalipun kepala desa yang berkenaan iv berasal daripada salah satu pemimpin adat yang ada. Untuk mewujudkan hubungan kekuasaan yang saling bekerjasama, diperlukan tindakan-tindakan yang jelas yang berhubungkait dengan struktur dan aktor/agent. Tindakan yang berhubungkait dengan struktur adalah mendorong pemerintah tempatan mewujudkan hukum/peraturan yang mengakui masyarakat hukum adat saibatin dan menubuhkan organisasi yang kuat, yang boleh menyatukan para pemimpin adat saibatin dan boleh merubah modal sosial menjadi modal politik. Tindakan yang berhubungkait dengan aktor/agent iaitu memberikan politik pemberdayaan kepada para pemimpin adat supaya mampu menghadapi perubahan politik dan kebijakan. Kaca Kunci: Pemimpin Adat, Kepala Desa, Perluasaan, dan Hubungan Kekuasaan. 2016 Thesis NonPeerReviewed application/pdf http://studentsrepo.um.edu.my/6448/1/iskandar.pdf Iskandar, Syukur (2016) Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur. PhD thesis, University of Malaya. http://studentsrepo.um.edu.my/6448/
spellingShingle H Social Sciences (General)
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
HT Communities. Classes. Races
Iskandar, Syukur
Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title_full Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title_fullStr Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title_full_unstemmed Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title_short Perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat Saibatin, Lampung, Indonesia / Iskandar Syukur
title_sort perluasan dan hubungan kekuasaan di desa masyarakat hukum adat saibatin, lampung, indonesia / iskandar syukur
topic H Social Sciences (General)
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
HT Communities. Classes. Races
url http://studentsrepo.um.edu.my/6448/
http://studentsrepo.um.edu.my/6448/1/iskandar.pdf