Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)

Kajian ini membincangkan tentang etnosentrisme dalam teks historiografi Melayu tradisional, Sulatus Salatin. Etnosentrisme di sini merujuk kepada riak-riak penentangan awal masyarakat peribumi terhadap penjajah sebelum zaman kolonial. Melalui cara pengolahan pengarang, pembentukan konsep etnosentris...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Zubir Idris
Format: Article
Language:English
Published: Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan 2011
Online Access:http://journalarticle.ukm.my/3188/
http://journalarticle.ukm.my/3188/1/3.pdf
_version_ 1848810106081247232
author Zubir Idris,
author_facet Zubir Idris,
author_sort Zubir Idris,
building UKM Institutional Repository
collection Online Access
description Kajian ini membincangkan tentang etnosentrisme dalam teks historiografi Melayu tradisional, Sulatus Salatin. Etnosentrisme di sini merujuk kepada riak-riak penentangan awal masyarakat peribumi terhadap penjajah sebelum zaman kolonial. Melalui cara pengolahan pengarang, pembentukan konsep etnosentrisme Melayu cuba dikesan dalam karya mereka. Sebagai kerangka konseptual, kajian memanfaatkan idea William Graham Sumner yang mendefinisikan etnosentrisme sebagai kecenderungan melihat serta menilai kebudayaan sendiri lebih tinggi daripada kebudayaan orang lain. Untuk merungkai teks, kajian memanfaatkan analisis intrinsik. Hal ini bermaksud, kajian meneliti aspek tema dan persoalannya, kekuatan kebahasaan seperti penggunaan metafora, perbandingan, perlambangan serta pemilihan diksi, dan bagaimana perkara-perkara tersebut diaplikasikan oleh pengarang silam bagi menggambarkan etnosentrisme etnik Melayu khususnya di Melaka. Selain itu, juga dilihat tujuan teks dikarang, seperti yang tersulam dalam Sulatus Salatin. Berdasarkan aspek penulisan, hasil kajian mendapati pengarang teks telah memanfaatkan metafora, hiperbola, perbandingan serta perlambangan yang tertentu untuk mengangkat dan meletakkan etnik Melayu secara umumnya, dan masyarakat Melayu Melaka khususnya pada kedudukan yang tinggi dan mengatasi etnik seteru. Kecenderungan menilai etnik sendiri lebih hebat daripada etnik lain, jelas merupakan strategi dalam menyerlahkan etnosentrisme Melayu dalam teks yang dikaji.
first_indexed 2025-11-14T23:25:14Z
format Article
id oai:generic.eprints.org:3188
institution Universiti Kebangasaan Malaysia
institution_category Local University
language English
last_indexed 2025-11-14T23:25:14Z
publishDate 2011
publisher Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan
recordtype eprints
repository_type Digital Repository
spelling oai:generic.eprints.org:31882016-12-14T06:33:52Z http://journalarticle.ukm.my/3188/ Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin) Zubir Idris, Kajian ini membincangkan tentang etnosentrisme dalam teks historiografi Melayu tradisional, Sulatus Salatin. Etnosentrisme di sini merujuk kepada riak-riak penentangan awal masyarakat peribumi terhadap penjajah sebelum zaman kolonial. Melalui cara pengolahan pengarang, pembentukan konsep etnosentrisme Melayu cuba dikesan dalam karya mereka. Sebagai kerangka konseptual, kajian memanfaatkan idea William Graham Sumner yang mendefinisikan etnosentrisme sebagai kecenderungan melihat serta menilai kebudayaan sendiri lebih tinggi daripada kebudayaan orang lain. Untuk merungkai teks, kajian memanfaatkan analisis intrinsik. Hal ini bermaksud, kajian meneliti aspek tema dan persoalannya, kekuatan kebahasaan seperti penggunaan metafora, perbandingan, perlambangan serta pemilihan diksi, dan bagaimana perkara-perkara tersebut diaplikasikan oleh pengarang silam bagi menggambarkan etnosentrisme etnik Melayu khususnya di Melaka. Selain itu, juga dilihat tujuan teks dikarang, seperti yang tersulam dalam Sulatus Salatin. Berdasarkan aspek penulisan, hasil kajian mendapati pengarang teks telah memanfaatkan metafora, hiperbola, perbandingan serta perlambangan yang tertentu untuk mengangkat dan meletakkan etnik Melayu secara umumnya, dan masyarakat Melayu Melaka khususnya pada kedudukan yang tinggi dan mengatasi etnik seteru. Kecenderungan menilai etnik sendiri lebih hebat daripada etnik lain, jelas merupakan strategi dalam menyerlahkan etnosentrisme Melayu dalam teks yang dikaji. Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan 2011 Article PeerReviewed application/pdf en http://journalarticle.ukm.my/3188/1/3.pdf Zubir Idris, (2011) Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin). Jurnal Melayu, 7 . pp. 107-120. ISSN 1675-7513 http://www.ukm.my/e-melayu
spellingShingle Zubir Idris,
Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title_full Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title_fullStr Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title_full_unstemmed Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title_short Etnosentrisme Melayu dalam sulatus salatin (Malay etnocentrism in sulalatus salatin)
title_sort etnosentrisme melayu dalam sulatus salatin (malay etnocentrism in sulalatus salatin)
url http://journalarticle.ukm.my/3188/
http://journalarticle.ukm.my/3188/
http://journalarticle.ukm.my/3188/1/3.pdf